Kamis, 09 Juni 2016

Pemandian Air Panas Pancuran 7 Baturaden Purwokerto Jawa Tengah

Met siang gaessss,,,,!!

Tentu sudah banyak yang tahu tentang Wisata Baturaden di Purwokerto ya ? Wisata gunung jadi pasti ada nanjaknya, itu kalau mau naik sampai Pancuran 7. Nah kebayang gak siy kayak apa capainya ? Sejak dulu saya belum berhasil nanjak sampai Pancuran 7, paling hanya sampai Pancuran 4 saja. itupun ketika masih kuliah di Purwokerto, jadi sama teman2 ramai2 menuju Baturaden untuk belajar sambil menikmati air terjun. Nah gimana mau sampai Pancuran 7 kalau hanya untuk sekedar refreshing ? Paling2 pada menyerah jika disuruh melanjutkan perjalanan ke atas lagi.

Dan keinginan untuk ke Pancuran 7 terulang kembali ketika ada acara Dies Natalis di kampus, kami mengadakan acara jalan santai di sekitar Kalipagu start dari Curug Bayan, finish rencananya Pancuran 7 via jalan hutan, tapi saya gagal lagi tidak mencapai finish. Akhirnya, pas mudik bulan Mei kemarin saya sempatkan ke Pancuran 7 via jalan yang bisa dilalui mobil. Menyerah ini ceritanya,,,,ternyata belum mampu melakukan trecking melalui alam/hutan. Ya sutralah,,,,kami akhirnya ber14 sewa mobil elf untuk menuju Pancuran 7 via Wanawisata Baturaden, atau sekarang ada Kebun Raya Baturaden.

Pintu masuk  Pancuran 7 Baturaden Purwokerto
Pancuran 7 Baturaden Purwokerto
Kalau orang Purwokerto bilangnya Pancuran Pitu (berasal dari bahasa Jawa), pancuran berarti air terjun (water fall) dan pitu berarti tujuh. Tapi bukan seperti air terjun yang biasa kita lihat, di  Pancuran 7  hanya ada aliran air panas berjumlah 7 yang tingginya sekitar 1 meter. Ke 7 aliran air panas ini berwarna orange dan terbentuk secara alami berupa lengkungan2 seperti yang terlihat pada gambar di atas. Sangat artistik ya ? Dan batu2 di aliran air tersebut tidak licin, jadi kita masih bisa naik ke batu tersebut tapi airnya sangat panas jadi harus hati2.

Anak tangga menuju Pancuran 7 Baturaden Purwokerto
HTM Wisata Pancuran 7 ini ada yang terusan ada pula yang satuan, nanti akan ditanya ketika mulai masuk di pintu gerbangnya. Kalau tiket terusan seharga Rp. 20.000,- nanti kita bisa menikmati sekalian wisata2 yang ada di sekitarnya mulai dari Kebun Raya Baturaden, Wanawisata Baturaden,  Pancuran 7, Goa Selirang, Goa Sarabadak, Telaga Sunyi, Rumah Pohon, Area bermain anak, Taman Liana, Medicinal Garden yang semuanya ada di area yang berdekatan. Tujuan kami kali ini yang utama ke Pancuran 7, jadi walaupun sudah melewati Kebun Raya Baturaden kami tidak berhenti, takut waktunya gak keburu. 

Dan sepanjang perjalanan ternyata jalannya berkelok-kelok dan sempit, ada beberapa air terjun kecil yang ditemui di tepi jalan, bisa dibilang Baturaden ini adalah Kota dengan 1000 air terjun.  


Banyak sekali pohon damar dan pinus di sepanjang jalan, tidak heran karena disinilah yang disebut Wanawisatanya. Di tengah2 wanawisata terdapat villa Perhutani yang bisa disewa untuk acara2 reuni atau pertemuan2 lainnya. Memang lokasinya cukup didalam tetapi sangat aman. 

 


Entah berapa anak tangga yang sudah kami lalui, namun tak kunjung sampai2, sesekali kalau kita nengok kearah selatan terlihat Kota Purwokerto terhampar luasnya, tentu jika malam hari akan nampak lebih indah karena banyak lampu yang terlihat kerlap kerlip. Namun di Pancuran 7 pengunjung hanya diperbolehkan masuk sampai jam 18.00 saja, akan berbahaya jika malam hari di hutan.
Pancuran 7 Baturaden Purwokerto
 

Nah,,,sudah sampai kita, ternyata air pancuran memang sangat panas karena katanya mencapai 70 derajat Celcius. Jika air panas ini dikeringkan akan menghasilkan endapan berupa serbuk belerang yang bermanfaat untuk pengobatan sakit tulang/rematik dan berbagai macam penyakit kulit seperti panu, kadas, dan lain-lain. Selain itu bisa juga untuk lulur dan masker untuk mengobati jerawat. Di sekitar Pancuran 7 banyak orang yang menawarkan jasa pijat kaki/refleksi, barangkali kecapaian setelah melalui ber-ratus2 anak tangga maka akan nikmat sekali jika langsung pijat dengan menggunakan serbuk belerang tersebut. Jika pijat kakinya saja dikenai taif 10.000 dan pijat seluruh badan dikenai tarif 50.000.

Namun kalau mau mandi air belerang dengan puas bisa dilakukan di Goa Selirang yang ada di bawah Pancuran 7. Kita bisa menelusuri jalan setapak yang sudah dibuat undakan2 namun tidak semuanya dari batu, ada yang masih dari tanah sehingga dipastikan sangat licin, maka perlu kehati-hatian dalam menuruni undak2an ini. 

  

 



Batu2an yang ada di Goa Selirang juga nampak kuning pertanda kandungan belerangnya masih tinggi, air yang mengalir berasal dari Pancuran 7 dan masih panas juga. Kita bisa mandi dibawah pancuran air panas yang akan terasa segar di badan seperti dipijit. Dibalik aliran air tersebut terdapat goa-goa kecil yang disebut Goa Selirang.

Goa Selirang Pancuran 7 Baturaden Purwokerto
Goa Selirang Pancuran 7 Baturaden Purwokerto
 

Yah begitulah,,,sudah terbayar rasa keinginan untuk bisa sampai ke Pancuran 7. Memang luar biasa sekali alam di sekitar Gunung Slamet ini. Sepertinya gak puas hanya berkunjung sekali kesini, suatu saat akan diulangi lagi dengan memaksimalkan waktu agar bisa menikmati pijat refleksi dan juga mandi air belerang.

Untuk yang mau kesini menggunakan kendaraan sendiri, dari pertigaan terminal bawah Baturaden belok kanan menuju Pintu Gerbang Bumi Perkemahan atau Gerbang Wana Wisata, lalu masuk ikuti terus jalan yang sudah beraspal hingga ada petunjuk jalan untuk menuju Pancuran 7. 

Selamat menikmati wisata alam Indonesia yang elok ini,,,,
Salam Jalan2 Yuuuk,,,,!!




















Jumat, 03 Juni 2016

Curug Cipendok Cilongok Kab Banyumas (7 Mei 2016)

Penasaran sama Curug Cipendok yang mempunyai ketinggian 92 meter, sehingga ketika mudik saya sempatkan kesini. Dan dengan sebuah kesengajaan, saya ajak teman2 untuk ikut mudik ramai2, walau bagi mereka ini bukan mudik melainkan jalan2. Dan selagi banyak teman maka Curug Cipendok jadi pilihan kami, mengingat sejak dibuka pada tahun 1987an saya yang orang asli Banyumas belum sekalipun ke objek wisata ini.

Curug Cipendok terletak di desa Karang Tengah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, masih berada di lereng gunung Slamet, gunung api terbesar di Jawa Tengah.  Untuk menuju kesini sangat mudah, karena jalan menuju curug ada di jalan utama Purwokerto - Ajibarang. Kalau dari Banyumas, terlebih dahulu arahkan kendaraan menuju Purwokerto, kemudian menuju luar kota, kita bisa ikuti papan petunjuk jalan menuju arah Ajibarang/Bumiayu. Kalau sudah di Cilongok bersiap-siaplah mencari papan petunjuk jalan arah Karang Tengah / Curug Cipendok, arahkan ke kanan. Ikuti jalannya saja, nanti disepanjang jalan ada petunjuknya kok. ari jalan besar tadi ke lokasi kurang lebih 8 km, jadi diperkirakan kalau dari Banyumas berjarak 30 km'an. Biasanya tidak sampai 2 jam, karena sampai lokasi air terjun jalanan sudah di aspal dan tempat parkir juga luas.  

Memasuki kawasam air terjun ini cukup dingin udaranya, karena sudah berada di ketinggian. Jika sudah sampai loket masuk maka kita diminta ambil tiket, per orang Rp. 7.000,-. Dari pintu masuk ini menuju lokasi parkir masih lumayan jauh. Namun pemandangan pepohonan rindang di tepi kiri kanan jalan tidak membuat kita bosan. Baru sesudah sampai parkiran, kita mulai trecking menaiki anak tangga yang berupa batu2 disusun di jalanan, entah berapa banyaknya, tapi kata orang di sekitar parkiran bisa dicapai dalam waktu 45 menit jalan santai.

 

Di jalan menuju lokasi, banyak warung yang menjajakan makanan khas Banyumas seperti mendoan, bakwan, mie dan berbagai minuman hangat dan dingin. 

Tempat wisata ini masuk dalam wilayah Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, sehingga sambil menaiki anak tangga tersebut kita bisa menikmati koleksi pohon2 disekitar hutan yang telah beri nama-nama pohonnya sekalian terutama jenis pohon2 yang langka. Tujuannya tidak lain diperuntukkan bagi para pelajar, di samping menikmati alam, mereka juga dapat mengenal tumbuh-tumbuhan langka yang hidup di tempat itu.

 
 

Oh ya,,untuk menuju ke lokasi ini belum ada angkutan umum, jika kita tidak menggunakan sepeda motor atau kendaraan pribadi maka kita bisa naik angkutan umum jurusan Purwokerto - Ajibarang dan berhenti di Karang Tengah, untuk ke dalamnya bisa naik ojek atau menyewa angkot tersebut. Ongkos ojek dan sewa angkot sayangnya tidak kami dapatkan informasinya, karena kebetulan kami kemarin rental mobil.

 
Jika kesininya pagi hari tidak usah buru2, apalagi kalau cuaca cerah maka kita bisa jalan santai menuju lokasi air terjun dengan tenang, karena tidak mengkhawatirkan hujan. Tapi kalau suasana musim hujan harap berhati-hati karena kadang tiba2 datang banjir bandang yang sangat membahayakan. 

Inilah tampilan air terjunnya, bayangkan jika air terjatuh dari ketinggian 92 meter, tentu dari kejauhan sudah terdengar suara yang bergemuruh. Sayangnya waktu kami datang, cuaca dalam keadaan mendung dan sudah mulai gerimis, sehingga kami tidak berani turun sampai kebawah.  Seharusnya jika cuaca cerah, kami bisa ber-main2 di kolam yang ada di bawah air terjun dan berenang menikmati dingin dan jernihnya air terjun. Tak apa karena kami mementingkan safety, dengan berfoto dari kejauhan dengan latar belakang air terjun saja sudah cukup puas. 




Itulah jalan2 kami kali ini kawans, sudah terbayar rasa penasaran kami selama ini, dan sudah terbukti kalau air terjun / curug Cipendok ini memang emejing banged,,,,tingginya yang mana tahan.

Jika kalian ada di luar kota Purwokerto, bisa menggunakan jalur kereta api dan turun di stasiun Purwokerto. Jalan2 sehari di sekitar Ajibarang akan bisa mendapatkan beberapa curug diantaranya Curug Nangga yang eksotik juga, jadi jangan sia2kan waktu kalian ya,,,,,

Sampai jumpa di jalan2 berikutnya dan salam jalan2 yuukkkk,,,!!